Pencarian

PROKLAMASI

Kami bangsa petoealang dengan ini menjatakan penerbitan blognya.

Hal-hal jang mengenai poesting, upload d.l.l.,  diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Bandjarmasin, hari 13 boelan 2 tahoen 10 

Atas nama bangsa petoealang.

Ali Muzakkir

Senin, 10 Mei 2010

NgeGenjod Onthel di Amuntai (HSU)

Tanah itu masih berbekas | Tapak Sepeda Tua pongah tunjukkan kuasanya atas jalanan yang tak sempat sampaikan tanya | tertinggallah hanya gumpalan debu tipis yang perlahan berurai | Nikmatilah ...


Atap Jerami bertumpu pada batang bambu | tegak berdiri terlihat begitu kokoh | Sampaikan sapa kecil ucap kata Selamat Datang | beriring hembusan Angin yang terobos dedaunan | Sempurnakan masa memanjakan ilusi

HmmmmMMmMMMmM... Jangan pernah letih menggores kisah | buat setiap langkah penuh kenangan | jadikan teman berbagi saat tua nanti...




Terima Kasih Dangsanak² Amuntai Onthel Club (AOC) | Cerita indah yang kalian titipkan takkan lekang oleh waktu | Bergandeng erat dengan Sepeda Tua yang Setia temani setiap Kisah...

Senin, 03 Mei 2010


Parade Onthel Memeriahkan Ulang Tahun Kabupaten Balangan Ke-7


Menyenangkan...
Sepeda tua temani susuri pedesaan
Melewati pematang sawah
Menyapa alam
Sambil menghirup udara yang masih bersih
Sesekali bertemu orang-orang
Senyum simpul penuh keakraban
Mengusir kebosanan
Mengusir kepenatan
Mengusir kegundahan
Dengan kayuhan pelan-pelan
Tak terasa lelah di badan
Namun hati semakin senang
Jadikan hari semakin riang




Sabtu, 01 Mei 2010

HARI BURUH

SEJARAH HARI BURUH

May Day lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangan [[kapitalisme]] industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan [[Amerika Serikat]]. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.

Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi di tahun [[1806]] oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.

Ada dua orang yang dianggap telah menyumbangkan gagasan untuk menghormati para pekerja, [[Peter McGuire]] dan [[Matthew Maguire]], seorang pekerja mesin dari [[Paterson]], [[New Jersey]]. Pada tahun [[1872]], McGuire dan 100.000 pekerja melakukan aksi mogok untuk menuntut mengurangan jam kerja. McGuire lalu melanjutkan dengan berbicara dengan para pekerja and para pengangguran, melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur. McGuire menjadi terkenal dengan sebutan "pengganggu ketenangan masyarakat".

Pada tahun [[1881]], McGuire pindah ke [[St. Louis]], [[Missouri]] dan memulai untuk mengorganisasi para [[tukang kayu]]. Akhirnya didirikanlah sebuah persatuan yang terdiri atas tukang kayu di [[Chicago]], dengan McGuire sebagai Sekretaris Umum dari "United Brotherhood of Carpenters and Joiners of America". Ide untuk mengorganisasikan pekerja menurut bidang keahlian mereka kemudian merebak ke seluruh negara. McGuire dan para pekerja di kota-kota lain merencanakan hari libur untuk Para pekerja di setiap [[Senin]] Pertama Bulan September di antara Hari Kemerdekaan dan hari Pengucapan Syukur.

Pada tanggal [[5 September]] [[1882]], parade Hari Buruh pertama diadakan di kota [[New York]] dengan peserta 20.000 orang yang membawa spanduk bertulisan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi. Maguire dan McGuire memainkan peran penting dalam menyelenggarakan parade ini. Dalam tahun-tahun berikutnya, gagasan ini menyebar dan semua negara bagian merayakannya.

Pada [[1887]], [[Oregon]] menjadi negara bagian pertama yang menjadikannya hari libur umum. Pada [[1894]]. Presider [[Grover Cleveland]] menandatangani sebuah undang-undang yang menjadikan minggu pertama bulan [[September]] hari libur umum resmi nasional.

Kongres Internasional Pertama diselenggarakan pada September [[1866]] di [[Jenewa]], [[Swiss]], dihadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia. Kongres ini menetapkan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari, yang sebelumnya (masih pada tahun sama) telah dilakukan National Labour Union di AS: Sebagaimana batasan-batasan ini mewakili tuntutan umum kelas pekerja Amerika Serikat, maka kongres merubah tuntutan ini menjadi landasan umum kelas pekerja seluruh dunia.

Satu Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Konggres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions untuk, selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut. Tanggal 1 Mei dipilih karena pada [[1884]] [[Federation of Organized Trades and Labor Unions]], yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di [[Kanada]] [[1872]] [http://www.marxists.org/subject/mayday/articles/tracht.html The History of May Day], menuntut delapan jam kerja di [[Amerika Serikat]] dan diberlakukan mulai 1 Mei [[1886]].

Jumat, 23 April 2010

Perempuan di Pucuk Pesta Blogger


Drg. Irayani Queencyputri sudah ngeblog bahkan sebelum istilah blog populer. Sejak 1998, ia sudah mengutak-atik layanan hosting macam Geocities, Brinkster hingga Netfirms. Pada 2002, ia pindah ke Blogspot. Saat itu pula, istilah blog mulai terdengar, menggantikan ‘hp’ alias homepage.

Rara, demikian ia dikenal, lalu juga terlibat dalam komunitas blog yang bertumbuhan. Ia aktif di forum Blogger Family, komunitas blogger regional Anging Mammiri, juga di geng maya bernama Kampung Gajah.

Baru-baru ini, Rara dipercaya memimpin kepanitiaan Pesta Blogger 2010. Ia didapuk sebagai ‘manusia kursi’: Dia perempuan pertama yang memegang amanat ini–mengubah sebutan chairman di kepanitiaan sebelumnya menjadi chairperson.

Maka, dalam bulan-bulan ke depan, hari-hari Rara akan sangat sibuk. Selain praktek dokter gigi hampir sepanjang pekan dan sepanjang siang, dia bakal pontang-panting mengarahkan tim Pesta Blogger 2010.

Sebelum ia sibuk, Yahoo! Indonesia menyempatkan berbincang dengan Rara.

Yahoo!: Reaksi pertama saat diajak menjadi chairperson Pesta Blogger 2010?
Rara: Dualisme antara merasa seram akan tanggung jawab yang berat, tapi di saat sama, saya gemas ingin membenarkan konsep di Pesta Blogger 2010. Tapi saya pikir, untuk menolong orang yang akan tenggelam, kita harus terjun dan menyeretnya ke pinggir.

Y!: Konsep apakah yang menurut Anda perlu diluruskan itu? Apa ini soal tiket?
R: Ini bukan masalah tiket gratis atau lebih murah, tapi tentu saja soal harga tiket ini akan kami diskusikan juga.

Pesta Blogger selama ini cenderung terlihat komersial. Melihat Pesta Blogger yang hura-hura, kurang menggiring kontribusi dari komunitas blogger berbasis kedaerahan, rasanya jadi miris. Saya ingin Pesta Blogger lebih membumi, lebih rendah hati, agar dinikmati lebih banyak level blogger.

Di sisi lain, saya jujur belum tahu banyak kerja (kepanitiaan) Pesta Blogger selama ini, karena belum pernah menjadi orang dalam alias panitia, atau kerja bareng panitia. Awal Mei, saya akan bertemu dengan tim yang lebih besar. Nanti akan membahas lebih banyak di sana.

Y!: Panitia seperti apa yang Anda inginkan?
R: Yang terpikir saat ini adalah akan merekrut orang baru, tapi tentunya tetap menggandeng yang sudah berpengalaman sebelumnya. (Yaitu) mereka yang bisa dan ingin bekerjasama.

Y!: Jadwal Anda tampaknya sudah cukup padat. Bagaimana membagi waktunya?
R: Saya akan mengikuti alurnya saja. Dulu, di sejumlah acara besar Anging Mammiri, semuanya selalu berdekatan dengan jadwal ujian di klinik. Saya akan menjalani keduanya sebaik mungkin.

Y!: Soal nama Pesta Blogger, apakah akan disesuaikan secara kebahasaan?
R: Pesta Blogger sudah terlanjur menjadi brand. Tapi menurut saya, kemungkinan-kemungkinan seperti itu bisa saja terjadi. Yang lucu, tiap tahun selalu ada saja yang bertanya, apakah Pesta Blogger khusus untuk pengguna layanan blogger.com, atau bertanya apakah pengguna Wordpress, Multiply, dan lainnya, bisa ikut. Hahaha..

Y!: Sekarang media sosial macam Twitter, Foursquare, dan lainnya, sedang marak. Bagaimana mengadaptasi tren ini ke Pesta Blogger?
R: Sejujurnya, saya punya idealisme bahwa Pesta Blogger mestinya untuk blogger secara khusus, bukan komunitas internet pada umumnya, misalnya para chatters dan online gamers. Hal ini akan saya kemukakan dengan tim untuk dibahas.

Tentang Foursquare, sudah terpikir untuk membuat badge khusus untuk check in di venue! Hehehe..

Y!: Kenapa begitu ‘keukeuh’ dengan semangat blog di Pesta Blogger?
R: Saya ingin mengingatkan, di saat sekolah-sekolah di kota berlomba memberikan fasilitas ini itu, internet gratis, laboratorium internet dan lain-lain, di Tambelan, misalnya, anak-anak SMU hanya bisa belajar teorinya saja, tanpa tahu internet itu bagaimana. (Rara pernah bertugas sebagai pegawai tidak tetap dinas kesehatan di wilayah Kepulauan Tambelan, lepas pantai Kalimantan Barat.)

Sekarang, kita yang dekat dengan teknologi bisa terus terbarukan dengan media-media sosial. Tapi kan ada juga blogger-blogger yang jauh, seperti di Ende, yang tak tersentuh perkembangan itu. Sekarang, ada sesuatu yang secara gradual menghilang, mungkin karena terbanting media sosial.

Y!: Hmm.., bagaimana dengan mereka yang punya blog tapi tak pernah diperbarui lagi?
R: Setidaknya blognya belum dihapus! Hahaha..

Senin, 19 April 2010

Pesan Bumi Pada Hari Bumi

Memperingati Hari Bumi 24 April 2010

Andaikan bukan lima milyar manusia menghuni bumi, melainkan
lima milyar harimau; tidak ada jarak seratus meter pun di Pulau Jawa tanpa anda bertemu seekor harimau. Apa anda tidak akan mengalamitrauma/frustrasi dihantui begitu banyak harimau?

Bagi umat bumi yang beruntung tidak dibudidayakan, melihat manusia ibarat melihat harimau yang lebih harimau daripada harimau yang sebenarnya; karena “manusia harimau” ini tidak puas memakan daging
saja, melainkan juga hasil tumbuh-tumbuhan, ya buah, daun, bunga, kayu bahkan juga bahan bakar, logam, plastik, semen, beton dan lain-lain lagi.

Bayangkan, untuk memenuhi kebutuhan lima milyar “manusia harimau” itu, betapa banyak makhluk bumi harus dibudidayakan (alias dicalon-korbankan), diburu, ditembak, dijerat, dijaring, dipancing,
dibabat, digergaji,…. Perut bumi pun dibor dan diledakkan. Dan pengotorannya tidak tanggung-tanggung mencemari tanah, sungai, laut, udara bahkan menyebabkan hujan asam, merusak lapisan
ozon diudara dan meningkatkan suhu bumi.

Jika dibiarkan, dalam tahun 2025 menurut ramalan, umat manusia akan mencapai jumlah 8,5 milyar. Naik sekitar 3,5 milyar dalam 35 tahun menuju malapeta­ka dimana bumi berikut umat insan akan meratap dan
berkabung.

Sebaliknya, andaikan bukan kenaikan melainkan penurunan 3,5 milyar jumlah penduduk itu bisa diwujudkan, bumi dan umat insan akan berseri. Begitulah pesan bumi.

Sadar akan “menghamanya” umat manusia, di Indonesia, terutama dikota-kota besar yang padat penduduk, pasangan-pasangan subur sibuk ber-KB untuk menurunkan jumlah populasi sampai serendah-rendahnya. Memang lebih baik, daripada menurunkannya melalui peperangan atau membiarkan orang-orang mati konyol melalui kelaparan atau penyakit. “Satu anak saja demi masa depan tanpa polusi, tanpa kemacetan lalu-lintas, tanpa pengangguran, tanpa kemiskinan, tanpa harus hidup berhimpit dalam kampung kumuh/rumah susun, tanpa transmigrasi, tanpa penggusuran, tanpa cemas kehamilan, tanpa pengguguran,…”






Begitulah semboyan mereka. Semoga menjadi kenyataan.

Kompas, 29 April 1990.

Kamis, 11 Maret 2010

Subhanallah... SUNGAI DI BAWAH LAUT

Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan Sungai dalam Laut


“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ” (QS Fushshilat : 53)


“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)

Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.

Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak
ditemukan mutiara.


Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam
akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.

Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”

Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.

Setengah pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai… luar biasa bukan? Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah SWT.

Sumber : http://ivandrio.wordpress.com/2010/03/07/subhanallah-ada-sungai-dalam-laut/
Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan Sungai dalam Laut

Minggu, 21 Februari 2010

Sepeda Tua; Tour de' Tanah Laut



Antara Lelah yang Menyenangkan dengan Senang yang Melelahkan...

Yang tersisa dari Acara Karnaval Onthel Se-Kalimantan dan Tanah Laut


kayuhan sepeda tua yang terasa berat begitu tampak di wajah-wajah yang lelah, saat kutanya dalam sapa selalu senyum yang diberinya, buliran keringat terus menetes di wajah yang mulai keriput yang semakin memudar termakan usia... berpacu dengan sengatan mentari, namun panas yang menyengat tak mampu lunturkan senyum yang terus mengembang kala banyak yang terkagum dengan tunggangan yang terlihat kokoh dengan sang gembala diatas pelana.. teringat kenangan lampau saat mengayuh dengan kaki telanjang